Newsflash

Main Menu

Home
Newsflash

HAPPYLAND

Sekolah Minggu

Training On Line

Training On Line

Statistics

Members: 172
News: 423
Web Links: 5
Visitors: 197259
9 September 2010
Home
SI-7: Iklim Emosi Print E-mail
Written by Meilania   
Monday, 08 February 2010

SI-7: IKLIM EMOSI

 

Otak manusia dirancang untuk mengubah dirinya sendiri dalam respons terhadap pengalaman yang terakumulasi.

 

Apa arti kalimat ini, tepatnya?

Cobalah baca sekali lagi, 2 kali, 3 kali, mungkin sampai 10 kali dan renungkan …

 

Bukankah ini artinya otak kita bisa BERUBAH?

 

Memang, kita tahu bahwa nutrisi yang baik akan membuat otak bertumbuh menjadi sehat, demikian juga polusi atau obat-obatan yang berbahaya akan dapat membuat otak menjadi “sakit”. Tetapi, studi epigenetika sekarang memberikan masukan baru, yaitu …

 

PENGASUHAN yang diterima saat masa kecil, ternyata berperan cukup besar dalam proses pembentukan otak seorang anak. Otak manusia tidak bertumbuh semata karena faktor fisik (mulai dari apa yang dimakan oleh anak hingga kondisi lingkungan eksternalnya), melainkan juga dari RELASI yang dialaminya sepanjang usia pertumbuhan tsb. Oya, “masa kecil” di sini adalah rentang waktu antara bayi hingga seseorang berusia 20 tahunan. (diskusi khusus ttg REMAJA juga akan kita bahas nantinya).

 

Orang-orang yang berada dalam hidup si anak (entah itu orang tua, kakek nenek, saudara kandung, pembantu, guru, dll) ternyata mampu menciptakan perpaduan emosi dan sosial yang mendorong perkembangan syaraf seorang anak.

 

Informasi ini bisa mengecilkan sekaligus membesarkan hati kita.

Di satu sisi, kita menyadari bahwa apa yang selama ini sudah dialami oleh seorang anak, itulah yang sekarang terpatri dalam dirinya … Tetapi, ada sisi lain dari kebenaran di atas yang memberikan pengharapan, yaitu bahwa KITA – orang-orang yang berada di dalam hidup si anak DAPAT memberikan dampak yang positif yang sanggup MENGUBAH otak si anak menjadi lebih baik. Luar biasa bukan?

 

Karena otak manusia ternyata senantiasa membentuk dirinya sendiri agar COCOK dengan ekologi sosialnya, terutama IKLIM EMOSI yang diciptakan oleh orang-orang yang dijumpainya.

 

Beberapa hari yang lalu, saya melihat NANNY 911 yang ditayangkan di Metro TV setiap hari Sabtu pk 16.05 – sebuah program yang sangat menarik, wajib tonton deh! Di dalam setiap episode NANNY 911, kita diajak untuk melihat kehidupan sebuah keluarga yang membutuhkan “pertolongan” – karena itulah kemudian dikirim seorang NANNY untuk mebantu keluarga tsb mengatasi masalahnya, dan si Nanny hanya diberi waktu 1 minggu! Wow …. Seperti Mission Impossible aja deh …

 

Nah, dalam film yang baru saya tonton Jumat barusan, keluarga yang menjadi “pasien” Nanny benar-benar luar biasa kacaunya. Keluarga ini sangat sering berpindah rumah (mungkin tiap tahun, bahkan belum 1 tahun pun mereka juga berpindah rumah). Ayahnya, seorang mantan detektif, kini bekerja membangun dan membetulkan rumah orang lain, tetapi rumahnya sendiri sangat berantakan. Ada kabel listrik yang belum selesai terpasang, paku berceceran, berbagai peralatan tukang berantakan, dan karena sejak pindah si ayah belum juga membereskan rumah mereka sendiri, anak-anak tidak memiliki kamar sehingga mereka semua tidur di 1 tempat tidur bersama ibu mereka dan oh ya … juga 1 anjing peliharaan mereka yang lucu itu pun tidur di kasur yang sama, Sementara si ayah tidur di sofa di bawah tangga.  Keluarga ini memiliki 4 anak laki-laki yang sangat aktif dan liar, dan 1 anak perempuan yang masih sangat kecil dan menderita down syndrome. Setiap hari keempat anak laki tsb saling menjerit, baku hantam, menendang, menindih, dan mencekik. Cara keluarga ini berkomunikasi adalah lewat teriakan, ancaman, dan pukulan.

 

Betul-betul BERANTAKAN … bahkan si Nanny pun tidak percaya ada keluarga yang bisa hidup seperti ini. Akhirnya ditemukanlah “akar masalah” dari semuanya, yaitu: si ayah dan si ibu senantiasa berkomunikasi dengan sangat buruk, bahkan hampir tidak pernah ada hal yang positif dalam interaksi antar keduanya. Saling membenci, saling menuduh, tidak puas, dan TIDAK ADA RASA SALING MENGHARGAI.

 

Relasi yang “buruk” macam inilah yang kemudian MENULAR kepada anak-anak mereka. Ajaibnya, saat si Nanny berhasil membuat si ayah dan si ibu kembali rukun, anak-anak pun mulai berubah sikap serta perilakunya J. Seolah mereka menjadi “ciptaan baru” yang sama sekali berbeda.

 

Btw, Bila Anda percaya bahwa perubahan itu HARUS memakan waktu yang lama (seperti yang dulu saya percayai juga), maka Anda sebaiknya membaca buku Anthony Robbins yang berjudul Awaken The Giant Within, Dia berhasil meyakinkan saya (dan saya telah membuktikannya) bahwa berubah itu bisa terjadi dalam sekejap mata!

 

Kisah nyata  di atas membuktikan bagaimana IKLIM EMOSI membawa pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan anak-anak. Bila ada di antara kita yang sedang memiliki kehidupan rumah tangga yang “berantakan”, atau ada famili / rekan kita yang mengalaminya, cobalah lihat IKLIM EMOSI di dalamnya. Bila memungkinkan, masuk dan interupsilah kehidupan mereka dengan menyajikan sebuah iklim emosi yang lebih sehat,

 

Beda lagi dengan apa yang dialami oleh para siswa kulit hitam di Cleveland High School, California. Yang ini saya tonton dari acara Oprah Winfrey. Mulanya, sekolah ini memiliki reputasi yang buruk, terutama karena nilai2 akademik yang luar biasa jeleknya, dan nilai jelek tsb adalah sumbangan dari para siswa kulit hitam (bukan siswa-siswa lain yang juga berada di sekolah tsb). Beberapa guru kulit hitam segera turun tangan, dengan melakukan “cuci otak” – mereka membantu para siswa kulit hitam tsb untuk memiliki harga diri yang baik, semangat untuk hidup, untuk berjuang, untuk maju, dsb … Boleh dikata, ini program yang paling murah, karena yang dilakukan hanyalah mengumpulkan mereka secara rutin dan mengajak mereka berpikir dengan benar.

 

Singkat cerita, para siswa kulit hitam di sekolah ini kemudian BERUBAH menjadi siswa yang berprestasi, berkelakuan baik, memiliki harga diri yang luar biasa sehat, dan menjadi teladan bagi siswa-siswa lainnya. Berkat mereka pulalah, sekarang sekolah ini termasuk sekolah yang terpandang dan terkenal karena reputasi akademiknya. Benar-benar 180 derajat perubahannya!

 

Kuncinya tetap sama, yaitu menciptakan IKLIM EMOSI yang tepat, maka itulah yang MENULAR dan memiliki kuasa untuk mengubah anak-anak kita.

 

Fasilitator (Meilania).

This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it

 

 

 
Next >
© 2010 http://indonesia-educenter.net