Newsflash

Main Menu

Home
Newsflash

HAPPYLAND

Sekolah Minggu

Training On Line

Training On Line

Statistics

Members: 172
News: 423
Web Links: 5
Visitors: 197259
9 September 2010
Home
SI-8: Nonton TV atau "nonton" TV? Print E-mail
Written by Meilania   
Monday, 08 February 2010

SI-8: NONTON TV ATAU “NONTON” TV?

 

Dear friends …

 

Tentu kita sudah sering mendengar atau membaca tentang himbauan untuk MEMBATASI waktu kita (dan anak-anak kita) nonton TV. Mulai dari alasan bahwa terlalu banyak tayangan yang ga mutu lah, banyak adegan kekerasan, banyak berita buruk, banyak yang berbau mistis, dsb.

 

Tetapi, ada juga kelompok orang yang mengatakan bahwa tidak semua program TV itu jelek, ada lho yang bagus … misalnya: Oprah Show, Berita, dan mungkin acara Kuis yang menarik dan berbagai film pengetahuan maupun film anak-anak seperti si Bolang, dsb.

 

Sehingga timbul pertanyaan, “Apakah salah kalau kita nonton TV?”

 

Sebelum mencoba menjawab pertanyaan ini, ada 2 hal yang ingin saya bagikan pada teman-teman semua.

 

Pertama, kebanyakan orang “nonton” TV sambil lalu dan tidak direncanakan. Tidak jarang, pesawat TV dibiarkan saja menyala sepanjang hari meski tidak ada yang menontonnya. Dan konon, menurut hasil survey (mohon maaf bagi bapak-bapak) kaum pria punya kebiasaan untuk (hampir) selalu mengganti-ganti channel TV saat mereka “menguasai” remote J. Nah, “nonton” TV dengan cara seperti ini memiliki dampak yang kurang baik bagi diri kita.

 

Kedua, ada sebagian orang yang nonton TV (untuk yang ini saya ga pake tanda petik “ “ agar bisa membedakannya dengan kebiasaan “nonton” di atas). Mungkin setelah melihat jadwal program TV di surat kabar, atau memang ada acara-acara favorit yang sedang mereka tunggu-tunggu, barulah orang-orang ini nonton TV – misalnya, pas pertandingan sepak bola, atau ada acara2 mingguan yang ditunggu (saya lagi suka nonton NANNY 911 nih, di Metro TV setiap Sabtu pk 16.05), atau mungkin rutin setiap pagi nongkrongin TV untuk mengikuti berita.

 

Nah, apa bedanya “nonton” dengan nonton?

 

Nonton (tanpa tanda petik) adalah kegiatan yang disengaja, direncanakan, berarti ada dalam kendali si Jalan Tinggi. Sedangkan “nonton” entah karena dilakukan sambil lalu, atau karena TV menyala terus di sampingnya, atau hasil dari pencet-pencet tombol remote, adalah kegiatan yang tidak direncanakan dan karenanya si Jalan Rendah pegang kendali lebih besar dalam hal ini. Informasi apa pun (karena kondisi kita tidak sedang “sadar”) akan masuk secara otomatis, dan semuanya disimpan di bawah sadar kita.

 

Inilah yang membedakan “nonton” dengan nonton.

 

Nonton pun ternyata masih belum cukup AMAN loh … karena apa yang kita tonton, meskipun dengan kesadaran yang sangat tinggi, juga masih memungkinkan beragam stimuli masuk ke otak kita tanpa kita sadari.

 

Saya pernah baca 1 kisah pemasaran sebuah produk minuman bersoda yang memanfaatkan “rahasia” cara kerja otak ini sehingga meraup kesuksesan yang luar biasa. Pihak advertising, menyelipkan tulisan “DRINK XXX” dalam tayangan film yang sedang ditonton – dan durasi yang dibutuhkan hanyalah kurang dari 1 detik. Sehingga, para penonton tidak ada yang sadar bahwa tadi saat menonton film tsb, ada tayangan tulisan “DRINK XXX” tsb. Meskipun demikian, otak para penonton telah berhasil menangkapnya dengan sempurna (karena kemampuan kerja otak kita itu luar biasa cepatnya). Nah, hasilnya adalah, terjadi pendongkrakan penjualan atas minuman tsb selama sesi film tsb diputar.

 

Rangsangan stimuli yang kita dapat dari tayangan film adalah luar biasa hebatnya, karena jalur masuknya bisa lewat jalur visual dan auditori, kalo dalam Theatre Simulator, masih ditambah kinestetik juga. Anehnya, justru saat kita “nonton” dan diri kita dibanjiri berbagai stimuli, malah kondisi otak kita PASIF menerima. Pernah dilakukan riset yang membandingkan otak anak yang banyak “nonton” dengan anak yang banyak “baca buku”. Hasilnya beda banget … justru otak si anak yang banyak baca bukulah yang sel-selnya lebih banyak yang menyala alias hidup dan teraktifkan dibanding yang hobi “nonton”.

 

Jadi, “nonton” dalam keadaan pasif (menerima apa saja yang ada di depan mata) justru berakibat buruk bagi otak kita. Saran saya …. Ya sudah, jangan dilanjutkan kebiasaan buruk ini.

 

Nonton, dalam keadaan aktif (sadar, memang mau nonton, dan memilih apa yang mau ditonton, dan punya TUJUAN saat nonton) memang jauh lebih baik. Karena nonton apa apa pun, kalo TANPA tujuan, efeknya juga kurang bagus loh … Bukan semata bergantung dari kualitas film / tayangan saja, melainkan setinggi apa kesadaran dan tujuan kita itulah yang mempengaruhi kualitas informasi yang kita ijinkan memasuki otak kita.

Saat ini saya sebisa mungkin rutin nonton Oprah Show dan Nanny 911, karena saya mau meng-inventarisasi ide-ide dari acara ini untuk pengembangan pelayanan anak. Ntar deh, kapan-kapan saya bagikan hal-hal apa saja yang sudah berhasil saya dapatkan ya! Jadi, yang saya lakukan bukan sekedar nonton, tetapi menindaklanjuti apa yang sudah saya tonton tsb.

 

Yang paling baik adalah, membatasi waktu nonton (seperlunya saja) dan menggunakan lebih banyak waktu untuk membuat otak kita jadi lebih sehat J Entah itu membaca, melakukan hal-hal bermanfaat yang menjadi hobi kita, atau mempelajari hal baru (ini juga sangat mengaktifkan otak, lho), dan jangan lupa juga untuk aktif terlibat dalam diskusi, seperti dalam Milis e-BinaGuru ini …. He3x, pesan sponsor neh …

 

Oke deh … sementara ini dulu sharing dari saya …

Selamat melanjutkan nonton J juga selamat beraktivitas bagi teman-teman semua.

 

GBU all.

Fasilitator (meilania).

This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it

 

 
< Prev   Next >
© 2010 http://indonesia-educenter.net