Newsflash

Main Menu

Home

HAPPYLAND

Sekolah Minggu

Camp Anak

Training On Line

Training On Line

Statistics

Members: 1896
News: 428
Web Links: 5
Visitors: 621064
20 May 2012
Home arrow Kelas Balita arrow Materi arrow Allah Maha Kuasa (4 bahan cerita)
Allah Maha Kuasa (4 bahan cerita) PDF Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Written by Meilania   
Sunday, 09 December 2007

Tujuan:

 

Anak mengetahui bahwa Tuhan maha kuasa / sanggup melakukan perbautan-perbuatan ajaib yang tidak dapat dilakukan manusia.

Anak mengerti bahwa Tuhan menggunakan kekuasaanNya untuk melakukan perbuatan baik bagi manusia.

1.1. Perjamuan Di Kana

1.2. Perapian Yang Menyala

1.3. Petrus Dan Orang Lumpuh

1.4. Lima Roti Dan Dua Ikan

 

 

1.1. PERJAMUAN DI KANA

 

Cara penyampaian Firman Tuhan:

Drama singkat dari sudut pandang seorang pelayan pesta.

 

Usulan penggunaan alat peraga / alat bantu:

Guru menyediakan tempat minum / gelas besar (yang tidak tembus pandang) dan di dalamnya telah diberi sirup anggur. Guru juga menyediakan tempat air yang besar (jerigen, wadah dari plastik, baskom, dsb) yang diisi dengan air putih matang (dapat diminum). Selain itu, Guru perlu menyiapkan sendok untuk mengaduk / membuat sirup. Bila memungkinkan, Guru dapat menyediakan gelas kecil sejumlah anak yang hadir ATAU pada minggu sebelumnya mintalah anak membawa gelasnya sendiri-sendiri.

Proses pengajaran:

Gambarkan suasana pesta yang semarak. Bila perlu, dekorlah ruangan kelas sedemikian rupa hingga anak mendapat kesan sedang ada pesta betulan. (misalnya: ada balon, bunga, kertas warna-warni, bermacam-macam kue kecil, gelas minuman yang banyak, kue taart dengan hiasan boneka pengantin). Ceritakan dan diskusikan bersama anak-anak bagaimana senangnya menghadiri sebuah pesta.

 

Guru dapat berperan sebagai seorang pelayan yang sedang sibuk dengan segala persiapan untuk pesta, misal: mengantar makanan untuk para undangan, menyiapkan minuman, dsb Anak-anak dan orang tua yang mengantar bisa dijadikan "para tamu undangan" tsb dan Guru melayani mereka

Lalu, ceritakan DAN tunjukkan pada anak, bahwa minuman anggur yang tersedia sudah habis, yang ada hanya air putih saja. Sementara itu, di tengah kebingungan si pelayan, datanglah Tuhan Yesus (bisa diperankan oleh guru yang lain). Tuhan Yesus meminta si pelayan mengisi tempat minum / gelas besar (yang telah disediakan guru, lihat usulan penggunaan alat peraga / bantu di atas) dengan AIR putih

Sambil tetap kebingungan si pelayan melakukan apa yang diminta Tuhan Yesus. Saat ini, boleh juga Guru berdiskusi dengan anak: "Saya ini kehabisan anggur, kok Tuhan Yesus minta saya mengisi gelas ini dengan air? Apa air ini bisa berubah jadi anggur?" Lalu, demonstrasikan demikian: Guru mencoba / mencicipi air putih, dan ajak anak serta orang tua juga mencobanya. Ambillah air dari baskom air / wadah plastik yang telah disediakan. Lalu, dari baskom air/ wadah plastik yang sama tsb tuanglah airnya ke dalam tempat minum / gelas besar (yang telah diberi sirup di dalamnya, tentunya tanpa sepengetahuan anak), kemudian aduklah.

Sambil tetap menunjukkan ekspresi kebingungan, Guru yang berperan sebagai pelayan sekali lagi bertanya pada anak: "Apa mungkin air bisa berubah menjadi anggur?" Biarkan anak-anak mencoba merespons. Lalu Guru melanjutkan dengan sebuah pernyataan: "Karena Tuhan Yesus yang menyuruhku, aku percaya! Nah … sekarang mari kita coba air ini".

Tuangkan isi tempat minum / gelas besar tsb pada gelas yang disediakan untuk anak-anak, dan minta mereka mencicipi rasanya. Sambil keheranan bercampur suka cita, katakan pada anak: "Wah … benar, air ini berubah menjadi anggur, dan rasanya enak sekali. Tuhan Yesus sungguh hebat! Tuhan Yesus dapat mengubah air menjadi anggur."

Ide Aktivitas:

 

Menempel: suasana pesta (balon, kue taart, hiasan dinding, kado, dsb)

Mewarna: gelas dan buah anggur.

Penekanan pelajaran-1: Tuhan Yesus berkuasa melakukan mujizat. Tuhan Yesus dapat mengubah air menjadi anggur.

 

1.2. PERAPIAN YANG MENYALA

 

Cara penyampaian Firman Tuhan:

Drama, dengan peran sbb: Raja Nebukadnezar (oleh GSM), Sadrakh-Mesakh-Abednego (oleh ASM), Prajurit 2 orang (oleh GSM) dan seorang Guru yang menjadi narator.

Catatan: untuk melibatkan 3 orang ASM, Guru sebaiknya memberi tahu orang tua dan anak bahwa mereka diminta kesediaannya untuk membantu menyampaikan Firman Tuhan di SM. Peran yang dimainkan cukup mudah: intinya mereka harus menolak bila diminta menyembah patung, dan sebagai ucapan terima kasih atas partisipasi mereka, berikan penghargaan sepantasnya.

 

Usulan penggunaan alat peraga / alat bantu:

Pakaian dan atribut untuk Raja: jubah, mahkota, tongkat kerajaan

Pakaian dan atribut untuk Prajurit: baju tentara, pedang / tombak, perisai

Dus besar yang bisa dimasuki 3 orang anak kecil dengan posisi berdiri (cukup bagian kakinya saja yang tertutup). Dus tsb diberi hiasan menyerupai api yang menyala-nyala.

3 mahkota kecil (untuk diberikan pada pemeran Sadrakh, Mesakh, Abednego)

Patung besar terbuat dari dus ATAU lemari yang ditutupi kain lebar (bisa juga menggunakan tumpukan kursi / meja dengan ditutupi kain).

 

Proses pengajaran:

 

Guru (narator) memulai cerita dengan menunjukkan sebuah mahkota. Tanyakan pada anak, siapa yang biasanya memakai mahkota. Guru memperkenalkan seorang raja yang jahat, raja yang tidak percaya kepada Tuhan, raja yang menyembah patung. Tekankan pada anak bahwa perbuatan raja tsb tidak benar.

Raja Nebukadnezar masuk dan "bertingkah" sebentar, misalnya: membentak-bentak prajurit, menyuruh mereka menyembah patung, dan meminta prajurit mengundang semua orang untuk datang kepadanya. Sambil ketakutan, para prajurit tsb melaksanakan perintah raja.

Guru (narator) kembali menegaskan bahwa raja Nebukadnezar adalah raja yang jahat, raja yang tidak percaya kepada Tuhan, dan raja yang menyembah patung. Lalu, Guru memperkenalkan tokoh lain: ada 3 orang anak Tuhan yang setia, namanya: S, M, dan A (bila kesulitan, sebaiknya gunakan singkatan saja, karena memang penyebutan nama "Sadrakh, Mesakh, dan Abednego" sulit dicerna anak.

Ketiga tokoh tsb masuk dan memberi salam pada teman-temannya.

Tokoh-1: Halo, … namaku Sadrakh.

Tokoh-2: Halo, … namaku Mesakh.

Tokoh-3: Halo, … namaku Abednego.

Guru (narator) menjelaskan bahwa ketiga orang tsb adalah anak Tuhan, rajin berdoa, serta taat pada Tuhan. Bila memungkinkan, Guru dapat mengajak anak menyanyikan lagu: Baca Kitab Suci, Doa tiap hari (3X) Baca Kitab Suci, Doa tiap hari, kalau mau tumbuh. Kalau mau tumbuh (2X). Baca Kitab Suci, Doa tiap hari kalau mau tumbuh. Sementara guru dan anak menyanyi, ketiga tokoh memerankan gaya "membaca kitab suci" dan "berdoa".

Prajurit masuk dan meminta Sadrakh, Mesakh, dan Abednego menghadap raja. Mereka kemudian pergi menghadap raja bersama-sama.

Raja meminta Sadrakh, Mesakh, dan Abednego menyembah patung, tapi mereka bertiga tidak mau. Guru (narator) menjelaskan bahwa Sadrakh, Mesakh, dan Abednego hanya mau menyembah Tuhan Yesus, tidak mau menyembah patung. Dengan marah, raja menyurut prajurit memasukkan Sadrakh, Mesakh, dan Abednego ke dalam perapian yang menyala-nyala. Tapi heran sekali … ketiga orang tsb tidak terbakar sama sekali, bahkan kepanasan pun tidak. Lalu raja menyuruh ketiganya keluar.

Guru (narator) menjelaskan bahwa Tuhan menolong Sadrakh, Mesakh, dan Abednego sehingga mereka selamat meski dibakar di dalam api.

Karena melihat perbuatan Tuhan yang ajaib, raja menghadiahkan mahkota kepada Sadrakh, Mesakh, dan Abednego (sebagai tanda bahwa Raja memberi kedudukan pada mereka atas pemerintahannya di Babel ).

Catatan: Bila kondisi memungkinkan, peragakan pada anak bahwa api dapat membakar segala sesuatu. Gunakan korek api dan kertas (sedikit saja), bakarlah kertas di dalam sebuah wadah tanah liat agar api tidak menyebar kemana-mana. Pastikan situasi terkendali! Tunjukkan pada anak, bahwa Sadrakh, Mesakh, dan Abednego dimasukkan dalam "wadah" seperti wadah tanah liat tsb tapi wadah tsb apinya sangat besar dan panas sekali. Siapa yang masuk ke dalamnya pastilah terbakar habis.

 

Ide Aktivitas:

Menempel gambar 3 orang dan api yang menyala-nyala

Mewarna gambar Sadrakh, Mesakh, dan Abednego dalam perapian yang menyala

Penekanan Pelajaran-2: Tuhan sanggup menolong/ melepaskan anak-anakNya dari bahaya

 

1.3. PETRUS DAN ORANG LUMPUH

 

Cara Penyampaian Firman Tuhan:

Bermain peran: tokoh Petrus dan orang lumpuh

 

Usulan penggunaan alat peraga/ alat bantu:

1. Untuk peran Petrus: Alkitab

2. Untuk peran orang lumpuh: tongkat, mangkuk kecil untuk minta-minta, baju lusuh

 

Tokoh Petrus muncul dan memperkenalkan diri pada anak: "Selamat pagi anak-anak, nama saya Petrus. Saya murid Tuhan Yesus. Pagi ini saya mau pergi ke gereja." Bila memungkinkan, ajaklah anak untuk "ikut" Petrus pergi ke gereja, misalnya dengan cara: berbaris di belakang tokoh Petrus, berjalan dan menyanyikan lagu "Jes jes jes …. Kereta apiku menuju S'kolah Minggu … dst" Setelah 2 / 3 putaran ajak anak-anak untuk duduk kembali dengan tenang: "Nah … kita sudah sampai di gereja, ayo, anak-anak semua duduk dengan tenang ya. Pak Petrus mau berdoa kepada Tuhan." Tokoh Petrus mengambil sikap doa (berlutut, tangan dilipat). Kemudian ajaklah anak-anak untuk ikut berdoa: "Anak-anak … ayo kita bersama-sama berdoa kepada Tuhan Yesus. Bagaimana sikap berdoa? Tangan dilipat, mata ditutup. Semua tirukan Pak Petrus berdoa ya?" Ucapkan doa singkat yang isinya mengucap syukur kepada Tuhan

Kemudian tokoh Petrus menunjukkan pada anak buku yang dibawanya. Tanyakan pada anak: "Buku apa ini? …. Ya, ini adalah Alkitab. Pak Petrus senang membaca Alkitab. Apakah anak-anak di rumah juga senang membaca Alkitab?" Bila kondisinya memungkinkan, promosikanlah Alkitab untuk Anak yang dilengkapi dengan gambar-gambar menarik. Ajak anak menyanyikan lagu: "Baca Kitab Suci, doa tiap hari kalau mau tumbuh, … dst

Lalu, tokoh Petrus berpamitan pada anak karena akan pergi mengajar orang banyak tentang Firman Tuhan: "Nah, anak-anak … sekarang Pak Petrus harus pergi. Pak Petrus akan bercerita tentang Tuhan Yesus pada orang-orang di gereja. Sampai jumpa …. Tuhan memberkati kalian semua." Sampaikan salam perpisahan pada anak-anak .

Tokoh orang lumpuh muncul (memasuki ruangan) dengan diusung oleh beberapa orang. Setelah diletakkan di lantai, tokoh orang lumpuh menyapa anak-anak: "Selamat pagi anak-anak … saya adalah orang yang lumpuh. Kaki saya tidak dapat berjalan. Saya tidak dapat berlari, atau bermain bola seperti anak-anak. Saya sedih karena kaki saya lumpuh. Siapa yang dapat menyembuhkan saya?" Tunjukkan ekspresi wajah yang sedih. Kemudian, lanjutkan pembicaraan dengan anak-anak: "Setiap hari saya di bawa ke sini, di depan gereja ini, untuk minta uang pada orang-orang yang kasihan pada saya." Sambil mengangkat mangkuk untuk minta-minta, katakan pada anak dan orang tua yang hadir: "kasihani saya Bu … kasihani saya Nak …. Minta sedekah …. Saya minta uang untuk makan hari ini …." Bila memungkinkan, aturlah supaya ada orang tua / anak yang mau memberikan uang receh ke dalam mangkuk tokoh orang lumpuh tsb

Pada saat itu, tokoh Petrus muncul kembali (memasuki ruangan) sambil memegang Alkitab di tangannya. Si orang lumpuh menghentikan jalan Petrus dan sambil mengacungkan mangkuknya berkata: "Mohon sedekah Pak … kasihanilah saya."

Tokoh Petrus memandang orang lumpuh itu, dan menjawab: " Bapak … saya tidak punya uang. Tapi saya punya Tuhan Yesus di dalam hati saya. Demi nama Tuhan Yesus, saya sembuhkan Bapak!" Lalu tokoh Petrus memegang tangan orang lumpuh tsb serta membantunya berdiri

Sambil keheranan bercampur senang, tokoh orang lumpuh berdiri, melompat kegirangan, berjalan kesana kemari, dsb. Ekspresikan kegembiraan yang luar biasa, dari seorang lumpuh yang tidak berdaya menjadi seorang yang sehat dan tidak lumpuh lagi. Bisa juga bila tokoh ini menyanyikan satu pujian untuk mengekspresikan sukacitanya, misalnya lagu: "Haleluya (4X) Puji Tuhan". Lalu, ajak anak bersama-sama menyanyikan lagu tsb dengan variasi sbb: Haleluya (anak jongkok), Puji Tuhan (anak berdiri)

Ide Aktivitas:

 

Bermain bersama dengan menggunakan boneka kecil / orang-orangan dalam kelompok (1 kelompok berisi 4-5 orang anak) dengan didampingi 1 orang Guru. Mainkan "Petrus dan Orang Lumpuh"

Bermain drama dalam kelompok: anak-anak bergantian menjadi Petrus dan orang lumpuh. Saat menjadi orang lumpuh, anak tidak boleh menggunakan kakinya saat berusaha bergerak / berjalan.

Penekanan Pelajaran-4: Tuhan sanggup melakukan mujizat dan Tuhan baik. Orang lumpuh disembuhkanNya.

 

1. 4. LIMA ROTI DAN DUA IKAN

 

Cara penyampaian Firman Tuhan :

Alat peraga: satu set gambar kisah "Lima Roti dan Dua Ikan" DAN roti+ikan sungguhan

 

Usulan penggunaan alat peraga / alat bantu:

Guru menyiapkan satu set gambar kisah "Lima Roti dan Dua Ikan" dengan urutan cerita sbb:

Gambar-1: Seorang anak kecil membawa tas berisikan 5 roti dan 2 ikan

Gambar-2: Orang banyak (dan anak kecil tsb) berkerumun mendengarkan Tuhan Yesus

Gambar-3: Anak kecil tsb memberikan tas dan isinya kepada salah satu murid Tuhan Yesus

Gambar-4: Tuhan Yesus sambil membawa tas yang terbuka (kelihatan isinya: 5 roti dan 2 ikan) berlutut dan berdoa mengucap syukur. Di sekelilingnya ada pula beberapa orang yang juga mengambil sikap berdoa

Gambar-5: Roti dan Ikan dengan jumlah yang sangat banyak, dan orang-orang dengan ekspresi wajah heran serta gembira

Gambar-6: Beberapa orang terlihat menyeka mulut dan tersenyum (karena kenyang), dan ada Tuhan Yesus sedang memegang punggung anak kecil yang memberikan bekal makan siangnya tsb

Gambar-gambar tersebut dapat disajikan dengan beberapa cara:

menggunakan papan flanel

menggunakan album foto yang besar (setiap halaman berisi satu adegan / 1 gambar)

memainkan gambar tsb seperti memainkan wayang

Catatan: Ide cerita diambil dari Buku "Cerita Alkitab: Langkah Pertama" Guru dapat meniru ide gambar seperti yang tertera pada buku tersebut dan melakukan variasi sesuai kebutuhan

 

Cara Penyampaian Firman Tuhan:

 

Guru menunjukkan pada anak apa yang dibawanya: 5 roti dan 2 ikan. Minta anak-anak menghitung bersamanya berapa jumlah roti dan ikan yang tersedia. Guru dapat mengajak anak berdiskusi: 5 roti dan 2 ikan tsb apakah cukup bila dimakan 5 orang anak, 10 orang anak, atau oleh seluruh orang yang ada di ruang ini, atau oleh semua orang yang datang ke gereja hari ini. Bila perlu, peragakan dengan membagi 1 roti untuk 1 orang anak, tunjukkan bahwa 5 roti hanya cukup untuk 5 orang saja

Guru melanjutkan dengan mengajak anak duduk dengan tenang, karena hari ini ada cerita yang menarik tentang seorang anak yang mempunyai 5 roti dan 2 ikan. Untuk selanjutnya, Guru dapat bercerita dengan menggunakan rangkaian gambar yang telah disiapkan:

Gambar-1: Aku adalah seorang anak lelaki kecil. Aku membawa sedikit bekal makan siang, Ibuku memberiku 5 roti dan 2 ikan. Hmmm … enak sekali. Aku telah mendengarkan Tuhan Yesus sepanjang hari, dan sekarang aku lapar

Gambar-2: Aku melihat sekelilingku. Wah … ada banyak sekali orang. Ada seorang bapak, seorang ibu, ada yang sudah tua, ada yang masih muda …. Mereka semua juga mendengarkan Tuhan Yesus sepanjang hari. Mereka pasti juga lapar sama seperti aku. Kasihan …. Mereka tidak punya apa-apa untuk dimakan

Gambar-3: Lalu, aku melihat ada seorang murid Tuhan Yesus yang lewat di dekatku. Aku panggil dia: "Pak … Bapak! Sini … aku punya sesuatu" Aku berikan tas kecilku yang berisi 5 roti dan 2 ikan. "Ini makan siangku, aku ingin membaginya untuk orang lain."

Gambar-4: Setelah Bapak tsb memberikannya pada Tuhan Yesus, Tuhan Yesus berlutut dan berdoa, mengucap syukur atas makanan yang tersedia. Ajak anak-anak berdiskusi: menurutmu, apakah 5 roti dan 2 ikan cukup untuk memberi makan banyak orang? Tunjukkan gambar orang-orang yang banyak sekali yang mengikut Tuhan Yesus, bila perlu hitunglah jumlah orang-orang tsb. Jelaskan pada anak bahwa roti tsb tidak cukup untuk semua orang, tapi Tuhan Yesus berkuasa melakukan mujizat. Apa yang dilakukan Tuhan Yesus?

Gambar-5: Tuhan Yesus membagi 5 roti dan 2 ikan tsb kepada orang banyak, tapi HERAN … rotinya jadi tambah banyak, dan tidak habis-habis meski dibagikan pada banyak orang. Malah setelah semua orang makan dan kenyang, rotinya masih sisa 12 keranjang. Waaah … banyak sekali

Gambar-6: Sekarang, semua orang sudah makan, semua sudah kenyang. Tuhan Yesus hebat! Tuhan Yesus juga senang karena anak kecil tadi mau membagi makanannya pada orang lain.

Keterangan: bila memungkinkan, seminggu sebelumnya mintalah anak membawa foto keluarganya masing-masing. Seusai Firman Tuhan, anak dapat menceritakan pada Guru siapa saja orang yang ada di dalam foto tsb.

 

Ide Aktivitas:

 

Mewarna satu seri gambar "Lima Roti dan Dua Ikan" (untuk dikerjakan di rumah)

Menempel 5 roti dan 2 ikan.

Acara khusus: Makan roti bersama

 

Penekanan Pelajaran-4: Tuhan Yesus sanggup melakukan hal yang tidak mungkin dilakukan manusia. Tuhan Yesus membuat 5 roti menjadi banyak sekali … untuk memberi makan banyak orang.

Last Updated ( Friday, 11 January 2008 )
 
< Prev   Next >
© 2012 http://indonesia-educenter.net