Newsflash

Main Menu

Home
Watch and Pray

HAPPYLAND

Sekolah Minggu

FBI
Character Building

Statistics

Members: 1898
News: 572
Web Links: 5
Visitors: 1139917
20 December 2014
Home arrow Kelas Balita arrow Materi arrow Musa di Mesir
Musa di Mesir PDF Print E-mail
User Rating: / 1
PoorBest 
Written by Meilania   
Sunday, 09 December 2007

Materi berikut dikutip dari buku ke-2 saya, yaitu “Membuat Kelas Balita yang Menyenangkan di Sekolah Minggu” – bab 4.

 

CONTOH pemanfaatan AREA EKSPLORASI (learning / activity center)

dalam proses pembelajaran di Kelas Sekolah Minggu

 

Minggu -1

Memperkenalkan keluarga Musa: nama ayah, ibu, kakak

Cuplikan film   : Musa dihanyutkan ke Sungai Nil

Area                : mini library / merawat bayi / mewarna bayi Musa / membuat sungai Nil

 

Fakta historis

Keluarga Musa adalah orang Ibrani yang pada masa itu hidup di bawah perbudakan bangsa Mesir. Ayah Musa seorang  keturunan Lewi, bernama Amram. Ibunya , Yokhebed, juga seorang Lewi. Musa memiliki 2 kakak yang bernama Harun dan Miriam. Saat Musa masih bayi, Firaun memerintahkan untuk membunuh semua bayi laki-laki Ibrani. Ibu Musa kemudian menghanyutkan bayi Musa di Sungai Nil agar terhindar dari kejaran prajurit Mesir. Atas kehendak Tuhan, bayi Musa ditemukan dan diangkat anak oleh Putri Firaun.

Tujuan:

  1. anak mengetahui latar belakang keluarga Musa
  2. anak mengetahui bahwa Tuhan telah menolong ibu Musa untuk menyelamatkan bayinya

 

Desain area aktivitas:

  1. Perpustakaan mini

Di area ini,anak diberi kesempatan untuk membaca dan melihat berbagai gambar seputar kondisi Mesir Kuno di jaman Musa, dan buku-buku cerita Alkitab tentang kehidupan Musa. Guru dapat membuat sendiri “buku-buku” yang khusus berisikan informasi tentang kondisi Mesir Kuno di jaman Musa. Beberapa sumber yang bisa digunakan misalnya: Buku Ensiklopedi Alkitab, Bible Dictionary bergambar, atau mungkin dengan melakukan browsing di Internet. Karena “buku-buku” ini akan dibaca oleh anak balita, maka tampilan GAMBAR jauh lebih penting dibanding kata-kata. Pameran gambar / foto Mesir Kuno akan sangat membantu anak untuk memiliki pengetahuan tentang bagaimana kehidupan di jaman Mesir Kuno. Meskipun kelihatannya butuh tenaga ekstra untuk mempersiapkan area perpustakaan mini, tetapi dampaknya bisa sangat luar biasa bagi anak-anak karena tayangan visual / gambar 3 kali lebih efektif dibanding kata-kata. Selain itu, seluruh materi di perpustakaan mini ini masih akan terus digunakan hingga 2 bulan (atau lebih) karena anak masih akan mempelajari tentang tema yang sama (dhi. Tentang kehidupan MUSA) hingga 8 kali pertemuan. Karena anak-anak belum bisa membaca dengan baik, maka di area ini sangat mungkin memerlukan pendampingan dari Guru Sekolah Minggu untuk membantu membacakan atau menjelaskan gambar-gambar yang ada kepada anak-anak yang tertarik berada di area ini.

 

  1. Bermain pura-pura “merawat bayi”

Di area ini, anak dapat memainkan peran sebagai ibu Musa, atau mungkin sebagai Putri Firaun (yang dibantu oleh dayang-dayang atau para pembantu lainnya) yang sedang bermain dengan si kecil Musa. Apa dan bagaimana anak memainkan perannya, tidak perlu terlalu diawasi apalagi dikoreksi. Ijinkanlah anak memainkan perannya sesuai dengan imajinasi mereka. Kalau pun ada “kesalahan” yang tidak sejalan dengan alur cerita Firman Tuhan, Guru memiliki kesempatan untuk meluruskannya saat menyampaikan Firman Tuhan di akhir acara bermain bebas ini. Untuk sementara, ijinkan anak meng-eksplorasi terlebih dahulu materi pelajaran yang akan disampaikan. Meskipun campur tangan Guru tidak terlalu dibutuhkan di area ini, penting bagi Guru untuk tetap memantau apa-apa yang sedang dikerjakan oleh anak supaya Guru dapat menangkap apa yang sedang dipikirkan oleh anak-anak tersebut sementara mereka bermain.

 

  1. Mewarna (dan variasi aktivitas lainnya) gambar bayi Musa

Bagi anak-anak yang suka mewarna (dan berbagai aktivitas seni lainnya, seperti: menggunting, menempel, menggambar, dll) mungkin akan memilih untuk mengerjakan aktivitas ini dibanding area lainnya. Setiap anak bebas memilih area / aktivitas yang ingin dikerjakannya, dan juga boleh berpindah area sesuka hatinya. Bila mereka merasa sudah cukup meng-eksplorasi sebuah area aktivitas, otomatis akan berpindah ke area lainnya. Ada anak yang akan tekun mengerjakan satu hal hingga selesai, tetapi ada juga anak yang suka mengerjakan beberapa hal sekaligus. Anak-anak tipe terakhir ini biasanya akan selalu berpindah dari satu area ke area lainnya, dan mungkin akan balik lagi ke area sebelumnya untuk melanjutkan pekerjaannya. Biasanya di area mewarna ini tidak terlalu membutuhkan pendampingan dari Guru Sekolah Minggu karena anak-anak sudah dapat melakukannya sendiri.

 

  1. Membuat sungai Nil

Meskipun sama-sama melakukan aktivitas membuat sesuatu, tetapi di area ini dibutuhkan sedikit informasi dari Guru sebelum anak dapat menuangkan kreativitasnya dalam bentuk nyata. Misalnya, Guru harus menjelaskan seperti apa Sungai Nil itu, binatang apa saja yang hidup di dalamnya, dan apa atau siapa saja yang mungkin sedang berada di permukaan air atau di tepi Sungai Nil. Dengan sekilas informasi yang menggambarkan kondisi Sungai Nil, bebaskan anak untuk berkreasi dengan seminim mungkin bantuan dari Guru (kecuali bila anak meminta atau sedang membutuhkan pertolongan). Dorong anak untuk dapat bekerjasama dengan teman-temannya mewujudkan imajinasi masing-masing menjadi satu karya seni bersama yang mampu menampung banyak inspirasi. Ajak anak menggunakan bahan-bahan yang ada, yang mudah dimanipulasi oleh anak balita serta cukup aman bagi mereka.

 

Setelah selang beberapa waktu anak-anak bermain bebas di area-area aktivitas tersebut di atas (minimal 30 menit), tibalah waktu bagi Guru Sekolah Minggu untuk mengumpulkan anak bersama-sama dan mengevaluasi serta memberikan penegasan atas apa yang telah dipelajari oleh anak-anak melalui proses bermain dan beraktivitas tadi.

Last Updated ( Wednesday, 26 December 2007 )
 
< Prev
© 2014 http://indonesia-educenter.net